UMPR Tambah dan Perkuat Program Pascasarjana, Fokus Cetak Lulusan Peneliti

Palangka Raya – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) resmi memperkuat pengelolaan Program Pascasarjana dengan membentuk fakultas tersendiri. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan standar akademik lintas program studi sekaligus memperkuat orientasi riset dalam pendidikan magister dan doktoral.

Direktur Program Pascasarjana UMPR, Dr. Apt. M. Rizki Fadhil Pratama, menyampaikan bahwa keberadaan Fakultas Program Pascasarjana bertujuan memastikan kesetaraan standar akademik agar tidak ada program studi yang terlalu mudah maupun terlalu sulit.

“Harapannya, mahasiswa pascasarjana UMPR, dari program studi apa pun, memiliki skill set yang setara dan kuat, terutama dalam kemampuan riset,” tegasnya.

Rizki menjelaskan, meskipun kurikulum pascasarjana UMPR masih bersifat konvensional, namun penekanan utama diarahkan pada luaran riset mahasiswa.

“Kami ingin lulusan UMPR bukan sekadar magister biasa, tetapi menjadi peneliti. Mahasiswa tidak hanya lulus dengan tesis atau disertasi, tetapi juga menghasilkan jurnal, menjadi presenter seminar nasional atau internasional, serta memiliki kekayaan intelektual,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap semester mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah, baik berupa artikel jurnal, policy brief, media pembelajaran, maupun bentuk karya ilmiah lain sesuai karakter program studi.

Sebagai bagian dari pengembangan struktur, Fakultas Pascasarjana juga berkomitmen memangkas birokrasi akademik yang selama ini menjadi keluhan mahasiswa.

“Dengan struktur yang lebih ringkas, kami membantu mahasiswa dalam pengurusan administrasi akademik sehingga mereka tidak perlu bolak-balik hanya untuk urusan tanda tangan atau dokumen,” kata Rizki.

Dari sisi pembelajaran, UMPR mengedepankan fleksibilitas dengan memadukan perkuliahan daring dan luring.

“Mahasiswa pascasarjana bukan mahasiswa sarjana yang punya banyak waktu luang. Karena itu, fleksibilitas adalah kunci, tanpa mengurangi kualitas akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP menegaskan bahwa sentralisasi Program Magister dan Doktor merupakan bagian dari visi besar UMPR dalam membangun pendidikan tinggi berbasis riset.

“Program magister dan doktor di UMPR kami desain pure by research. Suasananya adalah suasana riset, meskipun pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, baik praktisi, profesional, maupun birokrat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dosen dan mahasiswa diposisikan setara sebagai peneliti. Menurutnya, mahasiswa adalah peneliti pemula, dosen adalah peneliti yang berperan sebagai mentor dan pembimbing. Dari interaksi tersebut lahirlah pengetahuan dan temuan baru.

Rektor juga memastikan masa studi yang efisien tanpa menghambat aktivitas profesional mahasiswa.

“Saat ini UMPR mempunyai 6 program studi pascasarjana, yaitu Magister Administasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Ilmu Pertanian, Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Pedagogik, dan Program Doktoral Pendidikan. Dengan target program magister selesai empat semester, dan program doktor enam semester, semua ini akan mendapatkan pendampingan intensif agar seluruh mahasiswa lulus tepat waktu,” katanya.

Selain itu, UMPR juga menargetkan pembukaan 4 program studi baru, antara lain Magister Teknik Sipil, Magister Komunikasi Pembangunan, Magister Hukum Keluarga, serta Doktor Administrasi Publik,

“Misi UMPR adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah dan memastikan lulusan kami setara dengan lulusan kampus besar nasional maupun internasional,” tutup Rektor.

Dengan penguatan kelembagaan dan konsep pembelajaran berbasis riset, UMPR optimistis Program Pascasarjana akan menjadi pusat lahirnya peneliti dan pemikir strategis yang mampu menjawab kebutuhan lokal hingga global.