Rektor UMPR Teken PKS dengan Bank Indonesia, Perkuat Pendidikan Kebanksentralan dan Libatkan Dosen

 

Palangka Raya (UMPR) – Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Indonesia dalam kegiatan Kick-Off Program Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (14/4).

“Penandatanganan PKS ini sebuah langkah dalam memperkuat sinergi antara UMPR dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi serta pemahaman kebanksentralan di kalangan civitas akademika UMR,” ujar Rektor UMPR dalam wawancaranya.

Ia menilai kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung penguatan kurikulum dan implementasi pembelajaran yang lebih aplikatif di lingkungan kampus.

Rektor UMPR dalam wawancaranya juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja.

“Kerja sama ini bukan hanya seremoni, tetapi akan kami tindak lanjuti dalam bentuk implementasi nyata di proses pembelajaran. Kami menyambut baik keterlibatan Bank Indonesia, termasuk rencana kolaborasi dengan dosen-dosen UMPR dalam pengajaran mata kuliah kebanksentralan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan praktisi dari Bank Indonesia bersama dosen di kelas akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi mahasiswa.

“Dengan adanya sinergi antara akademisi dan praktisi, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman berbasis praktik dan kebijakan terkini. Ini penting untuk membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam membangun ekosistem literasi kebanksentralan yang berkelanjutan.

“Kami ingin mendorong keterlibatan aktif dosen dalam pengembangan dan pengajaran materi kebanksentralan, sehingga kurikulum yang diajarkan semakin relevan dengan perkembangan kebijakan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan transparan. Ke depan, kami ingin Bank Indonesia dan perguruan tinggi terus menjadi mitra strategis dalam mengembangkan program kebanksentralan maupun program lainnya,” ujar Yuliansah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di daerah.

“Pada akhirnya, melalui kerja sama ini kami bersama perguruan tinggi ingin menciptakan SDM yang unggul, yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah, khususnya di Kalimantan Tengah,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi awal dari implementasi kerja sama yang lebih luas antara UMPR dan Bank Indonesia, khususnya dalam penguatan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebanksentralan.