Tingkatkan Kompetensi Security, UMPR Gelar Workshop

WORKSHOP : Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Menggelar Peningkatan Kompetensi Security di Ruang Rapat Rektorat UMPR, Pada Kamis (22/12).

PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), melalui Biro Administrai Umum (BAU) Menyelenggarakan Workshop “Peningkatan Kompetensi Security Universitas Muhammadiyah Palangkaraya” pada Kamis, (22/12). Penyelenggaraan workshop ini, bertempat di Ruang Rapat Rektorat Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Peningkatan Kompetensi bagi Security di lingkungan UMPR ini merupakan bentuk evaluasi dan upaya peningkatan kualitas pelayanan. Mengingat security merupakan salah satu garda terdepan dalam melakukan pelayanan pada masyarakat. Maka dari itu diperlukannya Workshop untuk tingkatkan kompetensi ini, yang dilaksanakan secara berkala.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III, Dr. Nurcahyono, M.H. dalam acara pembukaan Workshop itu. Ia membuka dan sekaligus mengisi materi tentang pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam keamanan. “Dalam melakukan tugas dan fungsi sebagai Security, tentu kita harus selalu berpegang teguh serta berpedoman pada nilai-nilai keislaman. Agar senantiasa mendapatkan ridho dan keberkahan dari tuhan yang Maha Esa”. Ucap Wakil Rektor sekaligus dosen AIK di lingkungan UMPR tersebut.

Dalam Workshop ini penanaman nilai-nilai AIK penting dilakukan, mengingat sebagai pegawai dilingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah harus paham betul akan hal tersebut. Selain penanaman AIK, para Security juga dibekali dengan bagaimana harus beretika sebagai seorang Security, khususnya di lingkungan kampus. Materi tersebut dibawakan oleh Akhmad Sahid, Iptu, selaku Paursiwasjaspam Subditsatpam/polsus Ditbinmas Polda Kalteng.

Dalam penyampaian materinya, Iptu Akhmad Sahid menegaskan bahwa sebagai seorang Security beretika, memiliki cakupan yang sangat luas. Selain perilaku, penampilan juga menjadi hal yang penting. “Minimal adalah berpakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disaat bertugas, pakaian atau seragam adalah jati diri kalian sebagai Security”. Tegas aparat kepolisian tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa senyum, salam dan sapa adalah hal yang harus ditekankan serta diterapkan lebih dalam lagi. Terlebih lagi jika harus bertemu dengan para pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan civitas akademika UMPR.

Materi selanjutnya dalam rangkaian Workshop ini yaitu Tugas dan Tanggung Jawab Security. Hal ini didasari dengan adanya ketidakkondusifan pola parkir dan jalur keluar-masuk di lingkungan UMPR, yang merupakan tugas dan tanggung awan dari Security. Materi tersebut disampaikan oleh, Try Sutrisno, M.A.P., selaku staf Humas & Protokoler UMPR.

Tugas dan tanggung jawab ini, harus diperhatikan dengan mendalam. Agar tidak adanya lalai akan tugas maupun tanggung jawab sebagai Security. Try Sutrisno juga menyampaikan beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus diterapkan, berlaku pada saat Workshop ini dilaksanakan.

Rangkaian terakhir pada workshop ini, Latihan Ketangkasan Baris Berbaris Tingkat Dasar. Dibawakan oleh Serda Inzagi dan Kopda Adel Bertus Remon selaku anggota TNI. Latihan ini ditujukan agar Security di lingkungan UMPR paham dengan sikap-sikap yang harus ditunjukan ketika berhadapan dengan orang lain. Paling minimal adalah sikap sempurna dan gerakan hormat ketika harus berdapan dengan pimpinan kampus.

Dalam penutupan acara, Arafat, M.A.P., kepala BAU menyampaikan harapannya agar workshop yang dilaksanakan dengan waktu yang singkat ini, bisa diserap dan diterapkan ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Security. “Harapannya dalam beberapa waktu ke depan, apa yang sudah ajarkan dalam waktu 1 hari ini bisa menjadi masukan dan tolak ukur kualitas seluruh Security di lingkungan UMPR ini”. Ucapnya dalam menyampaikan sambutan penutup.

Ia juga menegaskan bahwasanya Workshop seperti ini akan dilaksanakan secara rutin dan beberapa kali, minimal 1 tahun sekali. Hal itu ditujukan agar terjaganya kualitas dari SDM itu sendiri, khususnya Security di lingkungan UMPR.

(rfe)